Fungsi & Manfaat iklan adalah menginformasikan kepada Konsumen mengenai suatu produk, harga, keunggulan, dan segala informasi yang berhubungan dengannya. Selain berfungsi untuk menginformasikan suatu produk kepada para konsumen, promosi juga diperlukan untuk keperluan dan tujuan lain yaitu :
1. Untuk meningkatkan penjualan
2. Untuk mengumumkan program penjualan khusus seperti diskon istimewa, bonus tambahan atau undian berhadiah
3. Meluncurkan tipe baru dari sebuah produk yang sebelumnya sudah ada dengan berbagai perbaikan dan pengembangan.
4. Sebagai pengingat agar konsumen tetap tahu bahwa produk kita masih bertahan dengan kualitas yang bagus.
5. Menggapai konsumen-konsumen baru
6. Meningkatkan “Brand Image” atau membuat konsumen lebih percaya pada produk kita.
7. Mengundang keingintahuan konsumen akan produk yang kita jual.
Bila Bapak ingin membuat majalah khusus iklan, maka Langkah awalnya adalah membentuk badan hukum dulu yang bergerak dibidang penerbitan majalah. Datanglah ke Notaris untuk menanyakan persyaratan apa saja agar bisa mendapatkan izin usaha yang dimaksud.
Setelah segala bentuk aspek legal sebuah perusahaan sudah Bapak dapatkan, maka langkah berikutnya adalah mengumpulkan data-data perusahaan yang sering beriklan di media massa. Data perusahaan dapat diperoleh dari Koran harian, Tabloid atau majalah yang terbit secara umum dan catat saja alamat & no. telpon produk-produk yang sedang beriklan di media-media tersebut. Dari no. telpon yang tertera di iklan mereka, Bapak bisa memperoleh data mengenai siapa yang bertanggung jawab dalam urusan periklanannya. Biasanya yang mengurus iklan ini adalah bagian Promosi.
Tawarkanlah kepada mereka untuk beriklan secara gratis dulu dalam beberapa kali penerbitan awal. Karena orang/perusahaan tentu tidak mau mengeluarkan uang untuk sesuatu yang belum pernah ada dan dilihat bentuk fisiknya. Jadikanlah penerbitan awal ini sebagai contoh untuk penawaran ruang iklan pada penerbitan berikutnya.
Mengenai pertanyaan proposal Bisnis Plan yang baik seperti apa, mohon maaf saya tidak bisa menjawab di forum ini karena Saya hanya akan fokuskan diskusinya kepada masalah sekitar promosi saja.
Mengenai Budget iklan perusahaan-perusahaan Besar, tentu bervariasi jumlahnya. Setiap perusahaan memiliki strategi yang berbeda dalam mengalokasikan dananya untuk iklan/promosi. Strategi yang umum adalah perusahaan mengalokasikan sejumlah dana tertentu yang akan digunakan selama setahun, yang kemudian akan di-breakdown (dibagi-bagi) menjadi budget untuk belanja iklan perbulannya. Budget ini biasanya sudah disediakan oleh perusahaan di awal masa anggaran mereka & akan digunakan selama setahun ke depan. Jadi apapun yang terjadi selama masa anggaran berjalan, budget tersebut bersifat tetap nilai/jumlahnya.
Strategi yang lainnya adalah mereka mengalokasikan biaya iklannya dari harga produk yang dijual. Jadi biaya ikan dibebankan ke dalam biaya produksi sebuah produk. Contohnya adalah sebagai berikut; ongkos perakitan sebuah televisi 12” adalah Rp. 1.000.000,- sedangkan biaya iklan/promosi per-televisi dialokasikan sebesar Rp. 100.000,-. Maka Biaya produksinya dianggap Rp. 1.100.000,- per-televisi. Bila margin keuntungannya 30% maka harga dipasaran menjadi Rp 1.100.000,- x 1,3 = Rp. 1.430.000,-. Jadi kalau sebuah pabrik memproduksi Televisi sebanyak 1000 unit, maka alokasi biaya promosinya menjadi Rp.100.000,- x 1000 unit = Rp. 100.000.000,-. Kalau produksinya lebih banyak lagi, maka alokasi biaya promosinya juga akan lebih besar lagi. Jadi besarnya budget iklan akan variable dan tergantung pada laku atau tidaknya sebuah produk di pasaran.